Kamis, 24 Maret 2011

Biarkanku menutup semua memori tentangmu....

Di sekolahku ada guru bahasa Indonesia. Namanya Pak Andri. Beliau bisa nerawang orang gitu.
Bel tanda pelajaran Pak Andri pun usai.Waktu itu aku masih ragu mau nanya ke pak andri soal ini apa gak. Terus aku bilang ke yana " Yan, aku pengen di terawang sama pak andri " Yana, " Yowes kono mumpung pak andri belum keluar kelas ". Dengan ragu- ragu ku dekati pak andri menuju meja guru, dan aku bertanya....

" Pak, menurut bapak mending saya tunggu atau tinggal? "

" Kalau menurut saya mending kamu tinggal. Dia sudah berbeda. Kalau kamu kembali saya melihat auranya sudah tidak bagus "

" Menurut bapak saya tu salah gak sih pak, dulu saya mengakhiri? "

" Lho, tidak mbak. Kamu tidak salah. Kamu sudah mengambil keputusan yang benar. Kamu sudah terlalu banyak berkorban buat dia. "

" Kira- kira dia masih ada rasa gak pak sama saya? "

" Kalau urusan masih ada rasa jelas masih. Melupakan orang itu memang sulit. Kita bisa mencintai seseorang dalam waktu satu jam, untuk melupakannya mungkin butuh waktu bertahun-tahun. Ada titik tertentu kita ingat pada orang itu, tapi tidak berarti cinta itu " tumbuh" kembali "

" Kemungkinan untuk kembali seperti dulu ga ada ya pak? "

" Bukannya tidak ada. Tapi jika kamu kembali, kamu akan lebih banyak berkorban dan kasihan kamunya mbak, kalau kamu kembali berkorban. Didalam suatu hubungan itu adanya " memahami " bukan " berkorban ". Berkorban itu tandanya cintamu itu diperas. Sedangkan dalam hubungan hanya butuh " memahami "

*mulai mbrambangi* " Saya sudah beberapa kali mencoba untuk ninggalin dia, Pak. Tapi sampai sekarang belum bisa "

" Memang tidak semudah itu melupakan. Tapi bapak melihat 'suatu saat nanti kamu akan mendapatkan seseorang yang lebih bisa ngemong kamu, bisa benar-benar pas dihatimu, dan ketika kamu melihat dia kamu akan merasa sejuk.' "

* ngangguk2 sambil mbrambangi* " Yasudah, terimakasih ya pak.... "
* meninggalkan kelas *

Habis Pak Andri bilang kayak gitu, entah apa yang aku rasain. Antara lega atau kecewa. Mungkin sekarang posisiku aku masih mengaharapkanmu kembali, dan aku ngerasanya tu ya " cuma kamu, gak ada yang lain ". Tapi aku tau bukan saatnya aku menemukan orang yang seperti kata pak andri, mungkin suatu saat nanti. Aku sadar kok, kita punya dunia masing- masing dan mungkin ' ternyata orangnya bukan kamu '. Sampe sekarang emang aku masih kerasa sakit, dan aku sempet mikir ngapain juga aku minta diterawang sama pak andri? Seharusnya aku mbiarin diriku sendiri buat terus berharap kita bisa kembali bersama. Walaupun seperti itu soal jodoh siapa yang tahu? Semua sudah ditulis dalam lembar takdir, aku tetap percaya pada yang diatas bahwa ' Semua akan indah pada waktunya ' dan biarkan ku menutup semua memori tentangmu......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar